Citarasa Minggu, 18 Des 2011 08:21 WIB
Tip Top merupakan salah satu resto yang berdiri sejak tahun 1934 hingga sekarang dengan nuansa serta cita rasa tempo dulu yang begitu kental terasa. Hal ini, terbukti dengan masih digunakannya peralatan, mesin, serta resep untuk mengolah berbagai menu yang ada di resto yang beralamat di Jalan Ahmad Yani no 92 A-B Medan tersebut.
Didrikus Kelana, pria yang akrab disapa dengan panggilan Pak Kus itu, merupakan generasi ketiga sebagai pengelola Tip Top. Kus mengungkapkan, es krim yang ditawarkan di tempat makan yang mulai buka dari pukul 08.00 pagi hingga 11.00 malam itu menawarkan sesuatu yang berbeda dari es krim pada umumnya.
“Mesin yang kami gunakan untuk membuat es krimnya adalah mesin yang berasal dari zaman Perang Dunia II,” ungkapnya.
Selain itu, ia menambahkan, hal itu diperbuat agar cita rasa asli terdahulu dari es krim tetap terjaga. Kemudian konsep tersebut juga berlaku untuk resep, olahan, serta tampilan aneka es krim yang ada di tempatnya.
“Jika biasanya whipping cream yang banyak digunakan untuk pembuatan es krim, maka di sini kami memakai slagroom dengan kombinasi susu murni tanpa bahan pengawet,” sebutnya.
Dan, menurutnya, hal itu justru yang membuat keunikan dari es krim yang dihadirkannya, karena biasanya slagroom sangat jarang dipakai untuk kebanyakan pembuatan es krim. Sehingga dengan adanya penambahan slagroom tersebu, maka tekstur es krim yang ada di Tip Top terlihat berbeda dari kebanyakan. Dikatakannya, jika es krim model sekarang terlihat seperti layaknya sebuah cream maka style yang dihadirkan untuk es krim di situ justru sebaliknya yaitu tidak terlalu halus dan juga kasar.
“Tapi es krimnya bukan juga sekasar seperti es parut ya, karena ketika dicicipi langsung lumer di mulut,” katanya sembari tertawa.
Ia pun menuturkan berbagai aneka es krim yang ada di resto tersebut, dijelaskannya, ada berbagai tipe yang disuguhkan kepada para tamu, antara lain ice cake yaitu berbentuk seperti layaknya sepotong cake, Untuk tipe ice cake, ada Ystaart, Java Ice, serta Purkler.
Kemudian, tambahnya, ada style Eropa, hadir dengan Mexicanner Ice yaitu es krim rasa vanila dalam dengan siraman coklat cair dan taburan cheri serta peach di atasnya. Ada juga Carmen Ice dengan tampilan yang senada pada Mexicanner Ice, namun untuk Carmen Ice diberi tambahan kacang nugget yang lezat, sedangkan untuk Peach Melba hadir dengan rasa vanila dalam paduan buah peach dan cheri namun tanpa siraman coklat cair. Tapi lain halnya dengan Tutti Frutti Ice, karena pada es krim ini, ditawarkan paduan cake dalam balutan aroma vanila. Bagi para penikmat kopi, juga dihadirkan Cofe Clace dan Wiener Cofe dengan kombinasi kopi dan es krim mocca serta vanila yang menggoda.
Sedangkan bagi Anda yang menginginkan sensasi segar, maka Serbet Tip Top dengan rasa mint boleh dicoba. Terakhir untuk harga, es krim dengan aneka konsep tersebut dipasarkan mulai dari harga Rp 13.500 sampai Rp 14.000. (wiwik handayani)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar